Sabtu, 26 November 2011

persahabatan

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.
Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban. Lihat Hubungan antar-pribadi

Rabu, 23 November 2011

rapat





Merokok adalah praktek di mana suatu zat, yang paling umum tembakau atau ganja, dibakar dan asap yang terasa atau terhirup.
Hal ini terutama dilakukan sebagai rute administrasi untuk penggunaan narkoba, seperti pembakaran melepaskan zat aktif dalam obat-obatan seperti nikotin dan membuat mereka tersedia untuk penyerapan melalui paru-paru. Hal ini juga dapat dilakukan sebagai bagian dari ritual, untuk menginduksi trans dan pencerahan spiritual.

Metode yang paling umum saat ini merokok adalah melalui rokok, terutama industri manufaktur tetapi juga lintingan tembakau longgar dan rolling paper. Mengimplementasikan merokok lainnya termasuk pipa, cerutu, bidi, pipa-pipa, alat penguap dan bong. Ia telah mengemukakan bahwa merokok berhubungan dengan penyakit membunuh satu setengah dari semua perokok jangka panjang tetapi penyakit ini juga dapat dikontrak oleh non-perokok. Sebuah laporan 2007 menyatakan bahwa sekitar 4,9 juta orang di seluruh dunia setiap tahun meninggal akibat merokok. [1]

Merokok adalah salah satu bentuk yang paling umum dari penggunaan narkoba. Merokok tembakau adalah hari ini oleh sejauh ini merupakan bentuk paling populer dari merokok dan dipraktekkan oleh lebih dari satu miliar orang di mayoritas dari semua masyarakat manusia. Obat yang kurang umum untuk merokok termasuk ganja dan opium. Beberapa zat diklasifikasikan sebagai narkotik yang keras, seperti heroin, namun penggunaan ini sangat terbatas karena mereka sering tidak tersedia secara komersial.

Sejarah merokok dapat tanggal sebagai awal 5000 SM, dan telah dicatat dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Awal merokok berkembang dalam hubungan dengan upacara-upacara keagamaan, sebagai persembahan kepada dewa, dalam ritual pembersihan atau untuk memungkinkan dukun dan imam untuk mengubah pikiran mereka untuk tujuan ramalan atau pencerahan spiritual. Setelah eksplorasi Eropa dan penaklukan Amerika, praktek tembakau merokok cepat menyebar ke seluruh dunia. Di daerah seperti India dan Subsaharan Afrika, bergabung dengan praktek yang ada merokok (kebanyakan dari ganja). Di Eropa, ia memperkenalkan tipe baru kegiatan sosial dan bentuk asupan obat yang sebelumnya telah diketahui.

Persepsi merokok sekitarnya bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat lain; suci dan berdosa, canggih dan vulgar, obat mujarab dan bahaya kesehatan yang mematikan. Hanya relatif baru, dan terutama di negara-negara industri Barat, telah merokok datang untuk dilihat dalam cahaya yang jelas negatif. Saat ini penelitian medis telah membuktikan bahwa merokok tembakau adalah salah satu penyebab utama banyak penyakit seperti kanker paru-paru, serangan jantung, PPOK, disfungsi ereksi dan juga dapat menyebabkan cacat lahir. Bahaya kesehatan dari merokok yang melekat telah menyebabkan banyak negara untuk lembaga pajak yang tinggi pada produk tembakau dan kampanye anti-merokok yang diluncurkan setiap tahun dalam upaya untuk mengekang merokok tembakau.

Rabu, 09 November 2011

balong kidul area

Ombak dan Angin Besar Berkah Untuk Nelayan Pangandaran
Selasa, 31 Januari 2012 12:39 WIB | Dibaca 241 kali
Ombak dan Angin Besar Berkah Untuk Nelayan Pangandaran
Di balik munculnya ombak besar yang berbarengan dengan datangnya musim angin barat ternyata membawa berkah tersendiri bagi sejumlah nelayan di kawasan pantai barat Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Saat ini mereka lebih banyak mendapat hasil tangkapan, terutama untuk jenis ikan layur. Mulai banyaknya hasil tangkapan ikan layur tersebut, setidaknya dapat menjadi pengganti minimnya hasil tangkapan sebelumnya saat masa paceklik. Lebih menggembirakan lagi harga ikan layur saat ini juga mulai naik apabila dibandingkan kondisi sebelumnya. Saat ini harga ikan layur bervariasi sesuai dengan berat ikan tersebut, berkisar antara Rp 18.000 - Rp 30.000 per kilogram.
Ny. Tisno nelayan di Pantai Timur Pangandaran mengatakan harga ikan layur tergantung dari besar kecilnya ikan tersebut. Semakin besar atau berat, harga ikan layur semakin mahal.
’’Seakin berat, harganya tambah mahal. Terus terang sejak musim angin barat hampir tiap hari dapat layur. Sebelumnya sih tidak begitu ramai, hanya beberapa saja, tetapi sekarang cukup banyak,’’ ujarnya, Senin (30/1), di sela melayani warga yang membeli ikan segar yang baru diambil dari laut.
Selain layur, ikan lain juga ikut meramaikan pasaran, seperti manyung ekor kuning, cumi-cumi udang dan lainnya. Dibandingkan dengan ikan layur, harga ikan manyung lebih mahal, akan tetapi jumlahnya relatif lebih sedikit. Harga ikan manyung sampai Rp 30.000 per kilogram, sedangkan udang tergantung jenisnya, untuk udang jerbung Rp 120.000 dan udang jambu Rp 30.000 per kilogram.
’’Dibdaningkan tangkapan lainnya, paling banyak ikan layur. Namanya juga usaha,kadang dapat banyak, kadang juga sedikit, tetapi hampir tiap hari dapat ikan layur. Kalau jualnya tidak susah, cukup langsung dijajar di pinggir pantai,’’ ungkapnya.
Sementara nelayan lainnya Kirno menambahkan, belakangan ini sedang musim ikan layur. Hanya saja hasil tangkapannya belum begitu banyak apabila dibandingkan dengan sebelumnya.
’’Mungkin karena dekat dari pantai jadi hasil tangkapnnya tidak maksimal. Namun demikian kami tetap bersyukur mendapatkan hasil, namanya juga rezeki, hari ini dapat ikan banyak, mungkin besok sedikit,’’ tuturnya.
Dia mengatakan saat musim angin barat, nelayan pantai timur Pangandaran tetap melaut, namun demikian jarak tempuhnya diperpendek. Keadaan tersebut disebabkan karena di bagian tengah laut ombak sedang besar. Alasan lainnya karena keterbatasan alat tangkap, seperti hanya memakai perahu kecil serta jala atau jaring khusus untuk pantai.
’’Memang ombak lebih besar dibandingkan biasanya, tetapi kami tetap melaut. Tidak mungkin berhenti, sepanjang bisa melaut kami akan tetap mencari ikan. Yang penting waspada, jika ada tanda-tanda bakal datang ombak besar, segera pulang,’’ ungkapnya.
Sebagai nelayan yang sudah puluhan tahun melaut, Kirno yang saat itu bersama dengan Tisno menambahkan bahwa musim angin barat yang diikuti dengan gelombang tinggi diperkirakan bakal berlangsung hingga bulan Juni mendatang. Berbeda dengan petani di pantai timur, lanjutnya selama musim angin barat, sebagian nelayan di pantai barat mengurangi aktivitasnya mencari ikan di laut.
’’Harapan kami datangnya angin timur juga membawa berkah tersendiri bagi nelayan. Sekarang hampir setiap hari dapat ikan layur, waktu musim kemarau praktis hasil tangkapan sedikit,’’ tuturnya. Sumber PikiranRakyat